SMA VS SMK
negeri ini penuh dengan kekacauan sampai - sampai pendidikan pun tak bisa lepas dari kekacauan ...
kali ini saya ingin mem posting tentang kekacauan didalam pendidikan di indonesia bukan membahas korupsi, sogok - menyogok, pembelian title tapi mengenai salah satu tingkat pendidikan yang saling menkanibal!!!!
SMK akhir akhir ini senter dibicarakan, seolah - olah SMK sbg pendidikan yang pro rakyat kecil dan bisa memutus rantai kemiskinan karena setelah lulus siswanya bisa langsung bekerja ...
banyak sekali siswa lulusan SMP yang melanjutkan ke SMK karena terpengaruh oleh isu - isu yang berkembang, akibatnya hanya sedikit yang melanjutkan ke SMA khusunya SMA swasta, disinilah akar permasalahan dimulai !!!
dimulai dari siswanya dulu, siswa SMA menganggap siswa SMK adalah kumpulan anak - anak bodoh yang berotak kecil dan malas mikir karena memang buktinya anak SMK lebih suka praktek ny sehingga anak SMA menganggap daripada sekolah mending lngsung ikut kursus ke ahlinya saja!!, sementara anak SMK beranggapan anak SMA itu cuman bisa ngomong dan teori saja karena buktinya Siswa SMA hnya belajar teori sehingga anak SMK menganggap daripada sekolah lebih baik jaga perpus saja bisa belajar 24 jam,
itulah yang terjadi pada negeri kita ..., saling menjatuhkan dan memandang remeh telah dimulai dari pendidikan bagaimana setalah itu .... memang semuanya itu ada kelebihan dan kekuranganya ibarat gading tak ada yang tak retak ...
sebagian lulusan SMK memang langsung kerja tapi yang lain juga tidak, lalu kita lihat dulu jenis kerja apa yang mereka kerjakan, rata - rata adalah pekerja serabutan yang biasa dilakukan oleh orang yang gak pernah sekolah dan dengan gaji yang kecil, pernah saya beranggapan kalau SMK itu hanya menciptakan generasi buruh saja karena meskipun dis ekolahan diajarkan wirausaha namun sangat sedikit yang berwirausaha setelah lulus, dulu anak SMK beranggapan dg lulusan dari SMK mereka punya 2 kelebihan langsung yaitu bisa langsung kerja dan kuliah, memang benar mereka bisa langsung kerja entah sesuai atau enggak, entah layak atau sebaliknya kemudian untuk urusan kuliah juga benar bisa kuliah karena syarat masuk perguruan tinggi harus haru SMA / SMK cuman perguruan tinggi yang bagaimana, ketika daftar di universitas negeri / favorit maka akan banyak saingan dan buruknya lagi saingan mereka datang dari lini depan SMA sehingga hanya sedikit sekali siswa SMK yang bisa kuliah di UNIVERSITAS NEGERI sehingga akhir akhir ini banyak yang mengasumsikan Universitas negeri pilih kasih pada anak SMA, karena memang kenyataanya anak SMK ketika bersaing masalah pelajaran / logika dg anak SMA maka mereka akan kalah telak, sehingga pada akhirnya siswa SMK kuliah di Universitas Swasta ....
entah apa yang dipikirkan pemerintah dahulu yang membuat dualisme tingkat pendidikan sehingga menimbulkan masalah yang seperti ini ...
Saat ini jika dilihat dilingkungan entah dilingkunganku saja atau yang lain, namun disini siswa SMK terlihat amburadul - acak acakan - semrawutan - sok preman - dan lain sebagainya, sangat berbanding terbalik dengan siswa SMA yang terlihat rapi dan sopan ...
bukannya membela namunini faktanya, ini semua terjadi karena sistem yang berbeda, kebijakan yang berbeda serta budaya yang berbeda ...
next????
kali ini saya ingin mem posting tentang kekacauan didalam pendidikan di indonesia bukan membahas korupsi, sogok - menyogok, pembelian title tapi mengenai salah satu tingkat pendidikan yang saling menkanibal!!!!
SMK akhir akhir ini senter dibicarakan, seolah - olah SMK sbg pendidikan yang pro rakyat kecil dan bisa memutus rantai kemiskinan karena setelah lulus siswanya bisa langsung bekerja ...
banyak sekali siswa lulusan SMP yang melanjutkan ke SMK karena terpengaruh oleh isu - isu yang berkembang, akibatnya hanya sedikit yang melanjutkan ke SMA khusunya SMA swasta, disinilah akar permasalahan dimulai !!!
dimulai dari siswanya dulu, siswa SMA menganggap siswa SMK adalah kumpulan anak - anak bodoh yang berotak kecil dan malas mikir karena memang buktinya anak SMK lebih suka praktek ny sehingga anak SMA menganggap daripada sekolah mending lngsung ikut kursus ke ahlinya saja!!, sementara anak SMK beranggapan anak SMA itu cuman bisa ngomong dan teori saja karena buktinya Siswa SMA hnya belajar teori sehingga anak SMK menganggap daripada sekolah lebih baik jaga perpus saja bisa belajar 24 jam,
itulah yang terjadi pada negeri kita ..., saling menjatuhkan dan memandang remeh telah dimulai dari pendidikan bagaimana setalah itu .... memang semuanya itu ada kelebihan dan kekuranganya ibarat gading tak ada yang tak retak ...
sebagian lulusan SMK memang langsung kerja tapi yang lain juga tidak, lalu kita lihat dulu jenis kerja apa yang mereka kerjakan, rata - rata adalah pekerja serabutan yang biasa dilakukan oleh orang yang gak pernah sekolah dan dengan gaji yang kecil, pernah saya beranggapan kalau SMK itu hanya menciptakan generasi buruh saja karena meskipun dis ekolahan diajarkan wirausaha namun sangat sedikit yang berwirausaha setelah lulus, dulu anak SMK beranggapan dg lulusan dari SMK mereka punya 2 kelebihan langsung yaitu bisa langsung kerja dan kuliah, memang benar mereka bisa langsung kerja entah sesuai atau enggak, entah layak atau sebaliknya kemudian untuk urusan kuliah juga benar bisa kuliah karena syarat masuk perguruan tinggi harus haru SMA / SMK cuman perguruan tinggi yang bagaimana, ketika daftar di universitas negeri / favorit maka akan banyak saingan dan buruknya lagi saingan mereka datang dari lini depan SMA sehingga hanya sedikit sekali siswa SMK yang bisa kuliah di UNIVERSITAS NEGERI sehingga akhir akhir ini banyak yang mengasumsikan Universitas negeri pilih kasih pada anak SMA, karena memang kenyataanya anak SMK ketika bersaing masalah pelajaran / logika dg anak SMA maka mereka akan kalah telak, sehingga pada akhirnya siswa SMK kuliah di Universitas Swasta ....
entah apa yang dipikirkan pemerintah dahulu yang membuat dualisme tingkat pendidikan sehingga menimbulkan masalah yang seperti ini ...
Saat ini jika dilihat dilingkungan entah dilingkunganku saja atau yang lain, namun disini siswa SMK terlihat amburadul - acak acakan - semrawutan - sok preman - dan lain sebagainya, sangat berbanding terbalik dengan siswa SMA yang terlihat rapi dan sopan ...
bukannya membela namunini faktanya, ini semua terjadi karena sistem yang berbeda, kebijakan yang berbeda serta budaya yang berbeda ...
next????

0 komentar: